Sadar Tujuan

Seri SOBAT - Semua Orang Bisa Hebat - Artikel #014




Sadar akan tujuan adalah pilar pertama yang tak boleh dilewati. Anda tidak akan dapat berkontribusi banyak andai tidak memahami benar keterampilan ini.

Sadar akan tujuan atau sense of purpose merupakan syarat pertama yang mutlak harus dimiliki oleh sebuah tim berkinerja hebat. Semua anggota tim harus memahami secara pasti tujuan tim maupun tujuan dari setiap tugas. Sense of purpose berkaitan erat, bahkan sangat erat dengan visi. Mereka bukan hanya paham, tetapi lebih dari itu menghayati betul mengapa harus bergabung dalam suatu kelompok karena mengetahui dan menghayati visi yang akan dituju. Mereka tahu tidak akan berhasil bila tidak bekerja secara kelompok, atau hasilnya tidak akan maksimal. Setiap individu merasa saling bergantung satu dengan yang lain.

Pemahaman yang pasti terhadap visi atau tujuan akan memupus keraguan dalam mengambil keputusan dan dalam bertindak. Disisi lain, visi yang baik dan dipahami dengan benar akan menumbuhkan komitmen para anggota tim. Komitmen, sebagaimana dijelaskan pada artikel tedahulu "Integritas", merupakan modal utama dalam mencapai tujuan.

Visi yang baik, yang menumbuhkan komitmen, mengandung minimal satu dari dua hal berikut:
  1. Bermakna
  2. Bermanfaat.

Visi yang bermakna, adalah visi yang mempunyai arti tersendiri bagi tim dan anggotanya. Visi itu memiliki bobot, khasanah ataupun ikatan yang kuat bagi kepuasan batin seseorang bila ia berhasil menggapainya. Makna yang dalam, yang bisa juga menyangkut keyakinan dan nilai moral tertentu, mampu membuat seseorang terpanggil untuk berkomitmen secara mutlak. Contoh sederhana ditunjukkan oleh para Abdi Dalem Keraton Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat. Dengan 'gaji' yang terbilang sangat tidak berarti saking rendahnya, mereka tetap merasa terpanggil dan bangga menjalani profesinya sebagai pegawai keraton, mengabdi bagi Sang Sultan yang sangat dihormatinya. Mereka meyakini turut mengambil bagian yang mulia dan sangat berarti dalam tatanan hidup di lingkungannya. Disini uang bukanlah ukuran. Contoh lain adalah para pahlawan, para atlit amatir atau para relawan kemanusiaan. Dan juga mungkin pelaku bom bunuh diri.

Adapun visi yang bermanfaat adalah yang hasil akhirnya mampu memberikan kegunaan besar bagi para anggota yang bergabung didalamnya. Meskipun tidak selalu harus berarti materi, manfaat yang mampu memberikan dampak besar, terukur, dan secara langsung bisa dinikmati serta tampak kasat mata biasanya memang yang berkaitan dengan hal-hal fisik: uang, jabatan, rumah besar, kemashuran, kekuasaan dan sejenisnya. Manfaat material ini banyak digunakan untuk membangun komitmen sebuah tim. Namun perlu diingat bahwa visi yang bermanfaat saja tanpa dimuati dengan makna yang dalam biasanya akan berakhir di tengah jalan karena sifat manuasia yang oportunis. Bukankah Tuhan pun memanfaatkan sikap oportunis kita dengan menjanjikan hal-hal hebat jika kita mau melaksanakan kehendaknya? Sebut saja pahala yang akan kita terima di bulan Ramadhan yang senilai dengan seribu bulan yang lain, atau kesembuhan fisik yang ajaib bila kita pergi dan berdoa di Lourdes.

Oleh karena itu, visi yang bermanfaat haruslah berdiri diatas pondasi tiga nilai dasar diatas agar terwujud tuntas. Tanpa pondasi integritas, mental berkelimpahruahan dan tingkat maturitas yang tinggi, perjalanan tim mewujudkan hasil akhir yang besar akan ditelikung dan dikhianati oleh para oportunis. Dalam situasi ini, betapapun kerasnya para pemimpin mendengking ‘jangan mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok’, akan menjadi sia-sia bahkan terlihat absurd.

Sadar akan tujuan juga berarti memahami secara pasti hasil akhir yang ingin diperoleh. Tim yang hebat biasanya memeriksa dan memastikan dengan tegas hasil akhir itu sebelum bertindak. Pemahaman atas hasil akhir sering tidak mudah justru karena kita menganggap mudah dimengerti. Kita sering terkecoh dengan pola berpikir kita sendiri sehingga tujuan sesungguhnya tidak kita pahami dengan benar. Persepsi yang membelenggu kita sering pula menyeret kita pada cara penyelesaian dan cara kerja berdasarkan ‘rumus umum’ yang tampaknya benar.

Sadar akan tujuan akan membuat orang memiliki pegangan arah dan tidak mudah kehilangan orientasi apabila berhadapan dengan persoalan-persoalan yang dilematis. Apalagi dengan tujuan yang sarat makna, orang tidak akan mudah putus asa dan akan berusaha keras mencari jalan lain untuk menuju kesana. Ibarat sedang menuju Monas untuk menghadiri pernikahan anda, bila anda terjebak macet tentu anda akan berusaha keras mencari jalan alternatif lain meski jalan tikus sekalipun. Anda tentu tidak mudah menyerah dan pulang begitu saja karena mempelai anda menunggu disana.

NEXT TOPICS

  • Berpikir 'DAN' bukan 'ATAU'
  • Berpikir Induktif
  • Berpikir Ekstrapolatif
  • Mental KERE
  • Kompromi Bukanlah Win-Win
  • Gagal itu juga Sukses!
  • Tujuan Nan Takkan Pernah Gagal
  • QUIZ Sobat
  • Konsep WEIJI
  • Jangan Menghormati PERBEDAAN!

Very Inspiring Video

Recent Comments