Showing posts with label Who Am I?. Show all posts
Showing posts with label Who Am I?. Show all posts

Beberapa Prinsip Dalam JOHARI WINDOW

Seri SOBAT - Semua Orang Bisa Hebat - Artikel #048



Berikut ini beberapa prinsip yang layak diperhatikan dalam melakukan proses Johari Window:
  1. Perubahan salah satu area atau kuadran akan selalu mempengaruhi semua kuadran yang lain.
  2. Akan menguras tenaga untuk menyembunyikan, mengingkari atau menutup mata terhadap sikap dan perilaku yang terlibat di dalam interaksi.
  3. Ancaman cenderung menurunkan kesadaran, sedangkan rasa saling percaya cenderung akan meningkatkan kesadaran.
  4. Kesadaran yang dipaksakan adalah hal yang tidak diinginkan dan biasanya tidak efektif.
  5. Pembelajaran interpersonal berarti terjadi adanya perubahan yang memperbesar Area Terbuka dan memperkecil kuadran lainnya.
  6. Kerjasama menuntut tersedianya Area Terbuka yang luas, sehingga memungkinkan lebih banyak keterampilan dan sumberdaya yang tersedia dan siap digunakan.
  7. Makin kecil Area Terbuka makin buruk tingkat komunikasi yang ada.
  8. Pada umumnya orang ingin tahu tentang Area Yang Tak Diketahui, tetapi pengungkapannya sangat tergantung pada adat istiadat, pelatihan sosial, dan berbagai macam rasa takut.
  9. Sensitivitas berarti menghargai aspek-aspek yang tersembunyi pada Kuadran II, III, dan IV, serta menghargai yang bersangkutan untuk tetap menyimpannya.
  10. Pembelajaran tentang proses dan aktivitas di dalam kelompok akan membantu meningkatkan kesadaran diri atau Area Terbuka bagi individu yang bersangkutan maupun bagi team.
  11. Sistem nilai dalam sebuah kelompok tidak boleh dibiarkan tersembunyi dalam kuadran IV, tetapi harus dikonfrontasikan agar terungkap keluar secara jelas dan diketahui semua anggota.
  12. Binatang Kaki Seribu (centipede) mungkin bahagia tanpa kesadaran diri, tetapi, betapapun juga, ia akan membatasi diri merayap dibawah bebatuan.

Area Gelap

Seri SOBAT - Semua Orang Bisa Hebat - Artikel #047



Kuadran keempat adalah Area Tak Diketahui baik oleh diri sendiri atau orang lain, sering juga disebut Area Gelap. Hal-hal yang tidak diketahui tersebut dapat berupa perasaan, perilaku, sikap, bakat kemampuan, dan sebagainya, yang bisa sangat dalam atau sangat dekat kepermukaan, bisa sangat berguna atau dapat pula bersifat negatif untuk kerjasama team. Area Tak Diketahui ini sangat besar dijumpai pada anak-anak, dan juga orang-orang yang kurang memiliki pengalaman atau keyakinan diri.

Beberapa contoh faktor-faktor yang idak diketahui yang biasanya terdapat dalam team atau organisasi:

 Kemampuan yang dipandang rendah atau tidak dicoba karena kurangnya kesempatan
 Kemampuan alamiah atau bakat yang tidak disadari oleh yang bersangkutan
 Rasa takut atau enggan yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan.
 Penyakit yang tak diketahui
 Perasaan dibawah sadar
 Perilaku atau sikap bawaan masa kecil.

Proses untuk membuka daerah ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, dan dapat terjadi melalui penemuan diri (self-discovery) atau pengamatan oleh orang lain atau pada situasi tertentu melalui penemuan bersama (mutual discovery) terutama saat melakukan pelatihan outbound atau kerja kelompok yang intensif.

Konseling juga dapat digunakan untuk mengungkap hal-hal yang tidak diketahui, tetapi hanya diketahui oleh orang per orang bukan secara keseluruhan di dalam kelompok.

Temuan atas hal-hal yang tidak diketahui dapat berpindah ke Area Buta atau Tersembunyi atau Terbuka sangat bergantung pada siapa yang menemukan dan apa yang dilakukan atas temuan itu. Dengan kata lain apakah temuan itu diperlakukan sebagai umpan balik ataukah sebagai pengungkapan diri.

Sama halnya dengan proses permintaan umpan balik dan pengungkapan diri, usaha untuk menemukan hal-hal yang tak diketahui berkaitan dengan proses aktualisasi diri sebagaimana dijelaskan dalam teori Maslow tentang hirarki kebutuhan.

Proses ini adalah proses yang sensitif. Oleh karenanya agar dapat masuk dan mencapai situasi yang bersangkutan dapat menemukan perasaan yang tidak diketahuinya haruslah senantiasa didasarkan atas kerelaan, keleluasaan atau kesadaran yang bersangkutan. Pengungkapan hendaknya sesuai dengan irama dan kedalaman yang dirasakan nyaman dan enak oleh yang bersangkutan.

Menemukan bakat tersembunyi tidaklah sesensitif menemukan perasaan yang tak diketahui. Asalkan disediakan kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru, dengan tidak memberikan tekanan yang besar untuk berhasil, biasanya menjadi cara yang berguna untuk menemukan kemampuan yang tidak diketahui.

Fasilitator atau team leader dapat membantu dengan menciptakan lingkungan yang mendorong penemuan diri, dan mengembangkan proses yang konstruktif dalam mengamati dan memberikan umpan balik diantara anggotanya. Sudah dikenal secara luas kenyataan di dalam dunia industri bahwa mayoritas karyawan akan bekerja dengan baik dalam situasi yang demikian.

Menciptakan iklim dan budaya untuk menemukan diri banyak menolong orang dalam upaya mengembangkan potensi mereka sehingga lebih produktif dan kontributif kepada organisasinya.

Yang perlu diperhatikan pada kuadran keempat ini yakni Area Tak Diketahui juga dapat mencakup perasaan-perasaan bawah sadar atau tertekan yang berakar dari peristiwa dan pengalaman traumatik masa lalu, yang dapat tetap tak diketahui selama hidup. Dalam hal seperti ini Jendela Johari hendaknya tidak digunakan untuk perlakuan klinis.

Area Tersembunyi

Seri SOBAT - Semua Orang Bisa Hebat - Artikel #046



Area Tersembunyi adalah daerah dimana yang bersangkutan mengetahui hal-hal tertentu tetapi tidak diungkapkan atau dipertunjukkan kepada orang lain. Biasanya hal-hal itu berkaitan dengan rasa takut, agenda-agenda tersembunyi, niat-niat manipulatif, rahasia-rahasia atau hal-hal sensitif lainnya, yang memang sengaja disembunyikan apapun alasannya.

Sangat jamak dan alamiah bila informasi dan perasaan yang bersifat sangat pribadi dan personal untuk tetap tersimpan karena tidak berkaitan dengan pekerjaan atau keperluan kerjasama. Tetapi, biasanya, banyak informasi-informasi yang tersembunyi sesungguhnya tidak bersifat sangat personal, atau sebenarnya terkait dengan pekerjaan atau orang lain yang mestinya diletakkan di Area Terbuka.

Perasaan, informasi dan sebagainya yang relevan hendaknya dipindahkan ke Area Terbuka melalui proses pengungkapan diri (‘self-disclosure’). Dengan memberitahu kepada orang lain perasaan dan informasi tentang diri kita, akan memperkecil Area Tersembunyi dan sekaligus memperbesar Area Terbuka sehingga memungkinkan terjalin pemahaman, kerjasama, kepercayaan, efektivitas dan produktivitas kerja yang lebih baik.

Disisi lain, memperkecil Area Tersembunyi akan memperkecil pula potensi terjadinya kebingungan, salah paham, komunikasi yang buruk dan sejenisnya, yang semuanya mengganggu efektivitas team.

Budaya dan atmosfir kerja memiliki pengaruh besar pada kesiapan untuk mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi diantara para anggota team. Kebanyakan orang merasa takut atau sangat rentan dihakimi, dan akan menutup diri apabila suasananya tidak mendukung.

Sama seperti pada Area Buta, proses penyampaian informasi dan perasaan pribadi, serta kepada siapa itu diungkapkan, haruslah senantiasa berdasarkan kerelaan, keleluasaan ataupun kesadaran yang bersangkutan. Pengungkapan hendaknya sesuai dengan irama dan kedalaman yang dirasakan nyaman dan enak oleh yang bersangkutan .

Seperti halnya pada pencarian umpan balik, ada orang-orang yang lebih tertutup dari yang lain, sehingga perlu dituntun agar perasaannya tidak terganggu. Proses pengungkapan diri yang sungguh-sungguh sangat terkait dengan proses aktualisasi diri sebagaimana dijelaskan dalam teori Maslow tentang hirarki kebutuhan.

Area Buta

Seri SOBAT - Semua Orang Bisa Hebat - Artikel #045




Area Buta atau Blindspot adalah daerah yang tidak efektif dan produktif bagi kerjasama team. Area ini dapat dipandang sebagai daerah pengabaian orang lain kepada seseorang, atau isu-isu dimana yang bersangkutan ditipu atau sengaja disembunyikan. Tentu sangat sulit untuk bekerja dengan baik di dalam kegelapan. Tak seorangpun dapat menjadi efektif jika dibiarkan seperti katak di dalam tempurung. Dan orang-orang yang bermuka tebal atau berkulit badak cenderung memiliki Area Buta yang luas.

Area Buta atau Blindspot dapat diperkecil dengan mencari umpan balik dari orang lain, sekaligus memperbesar Area Terbuka. Dengan kata lain berarti meningkatkan pengenalan diri.

Fasilitator atau team leader hendaknya membangun suasana umpan balik yang tidak menghakimi (non-judgement feedback) serta respons kelompok yang baik terhadap pengungkapan diri seseorang, sehingga berkurang rasa takut atau ragu-ragu yang ada dan sebaliknya merangsang lancarnya kedua proses itu.

Proses pencarian umpan balik serta isu-isunya haruslah senantiasa berdasarkan kerelaan, keleluasaan atau kesadaran individu. Harus disadari bahwa ada orang-orang yang lebih tertutup dari yang lain, sehingga perlu dituntun agar perasaannya tidak terganggu.

Proses pencarian umpan balik dan pengungkapan diri yang sungguh-sungguh sangat terkait dengan proses aktualisasi diri sebagaimana dijelaskan dalam teori Maslow tentang hirarki kebutuhan.

Area terbuka

Seri SOBAT - Semua Orang Bisa Hebat - Artikel #044



Team Berkinerja Tinggi tentu telah mengembangkan seluas mungkin Area Terbuka bagi setiap anggotanya, karena inilah Area Terbuka adalah arena yang paling efektif dan produktif untuk bekerjasama. Area Terbuka dapat dipandang sebagai ruang terjadinya komunikasi dan kerjasama yang baik, bebas dari kecurigaan, ketidak percayaan, kebingungan, kesalahpahaman dan konflik.

Team yang telah mapan dan solid memiliki Area Terbuka yang lebih besar daripada team yang baru terbentuk, karena team yang baru masih memiliki sedikit hal yang saling diketahui para anggotanya. Dalam team yang baru terbentuk, belum banyak interaksi yang spontan dan bebas. Semakin matang sebuah kelompok semakin besar Area Terbuka, dan ini berarti orang semakin bebas dan lebih seperti dirinya dan melihat orang lain sebagaimana mereka adanya.

Ukuran Area Terbuka dapat diperluas ke kanan atau secara horizontal ke arah Area Buta dengan cara mencari tahu (bertanya) dan aktif mendengarkan umpan balik dari anggota team yang lain. Proses ini dikenal dengan istilah ‘feedback solicitation’ atau permintaan umpan balik. Anggota team yang lain dapat membantu memperbesar Area Terbuka rekannya dengan menawarkan feedback, meskipun harus secara sensitif.

Ukuran Area Terbuka juga dapat diperluas secara vertikal ke bawah ke Area Tersembunyi dengan cara yang bersangkutan mengungkapkan hal-hal yang belum diketahui oleh rekan-rekannya. Demikian pula sebaliknya, anggota team yang lain dapat membantu memperbesar Area Terbuka dengan bertanya kepada yang bersangkutan.


Fasilitator atau Team Leader memainkan peranan penting dalam memfasilitasi proses umpan balik dan pengungkapan diri diantara anggota team, dan dalam penyampaian umpan balik secara langsung kepada individu yang bersangkutan mengenai AreaTersembunyi-nya. Fasilitator atau Team Leader juga bertanggung jawab dalam mengembangkan budaya terbuka, jujur, konstruktif, komunikasi yang sensitif, serta berbagi pengetahuan diantara anggota team.

Team berkinerja hebat cenderung selalu memiliki budaya komunikasi positif yang terbuka, sehingga mendorong berkembangnya Area Terbuka secara positif yang menjadi aspek fundamental dalam bekerjasama.

NEXT TOPICS

  • Berpikir 'DAN' bukan 'ATAU'
  • Berpikir Induktif
  • Berpikir Ekstrapolatif
  • Mental KERE
  • Kompromi Bukanlah Win-Win
  • Gagal itu juga Sukses!
  • Tujuan Nan Takkan Pernah Gagal
  • QUIZ Sobat
  • Konsep WEIJI
  • Jangan Menghormati PERBEDAAN!

Very Inspiring Video

Recent Comments